Munajat Cinta

 


Aku mencintaimu karena prasangkaku kepadaNya. Aku tak mengerti apa itu artinya cinta. Namun, aku bisa merasakan apa itu cinta. Sebuah gelombang bercampur cahaya yang terkoneksi dengan ruang dan waktu. Hedonisme yang memuncak dari hilir sampai ke muara. Bayangan cinta yang semakin membara. Antara wujud yang satu dengan yang lainya. Mereka saling menatap dan berinteraksi tanpa kata.

Saat malam tiba, aku terjebak ke dalam puing-puing bayangan. Sebuah bayangan yang berisikan partikel cinta. Aku membisu dan hanya bisa membiarkan perasaanku berhalusinasi. Tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik berkerudung putih memakai minyak wangi. Aku terkejut dan terbangun dari sebuah mimpi. Apakah dia jodohku yang aku impi-impikan selama ini?. Hatiku semakin bergejolak dengan peluh keringat membasahi tubuh.

Aku tak tahu kemana lagi harus mencari. Hanya sebuah angan yang tak pasti. Sebuah rekaan yang bisa menjadi ujian besar bagiku. Di tengah malam aku menggelar sajadah dan bermunajat kepadaMu. Jika memang dia jodohku, maka dekatkanlah kepadaku. Dan jika itu rayuan setan maka campakkanlah dari hatiku untuk selama-lamanya.

Comments