Sembah duka hamba
Hanya kepadaMu aku bersujud
Mengintai tirai air mata
Berlalu dalam kenangan pilu
Suara alam mengisi kalbu
Bayang sanubari menangis pilu
Gundah setelah kau tinggal pergi
Kini menderita tak seperti dulu lagi
Jatuh dari langit nirwana
Sepucuk surat datang menyapa
Kemanakah senyum yang pernah ada
Kini hilang tak tahu entah kemana
Sembah sujud hamba
Aku hanyalah sebutir dari debu jalanan
Jauh melayang di terpa angin malang
Yang merajut mimpi bersama sang bintang
Janganlah kau bersedih
Jalani dengan tabah hati
Semua akan indah pada waktunya
Hingga aku dapat mencium bulan
Buatlah tuhanmu tersenyum
Melihat kamu senang selalu
Bersama sang ibu merajut rindu
Inilah surat dari langit untuk aku
Hanya kepadaMu aku bersujud
Mengintai tirai air mata
Berlalu dalam kenangan pilu
Suara alam mengisi kalbu
Bayang sanubari menangis pilu
Gundah setelah kau tinggal pergi
Kini menderita tak seperti dulu lagi
Jatuh dari langit nirwana
Sepucuk surat datang menyapa
Kemanakah senyum yang pernah ada
Kini hilang tak tahu entah kemana
Sembah sujud hamba
Aku hanyalah sebutir dari debu jalanan
Jauh melayang di terpa angin malang
Yang merajut mimpi bersama sang bintang
Janganlah kau bersedih
Jalani dengan tabah hati
Semua akan indah pada waktunya
Hingga aku dapat mencium bulan
Buatlah tuhanmu tersenyum
Melihat kamu senang selalu
Bersama sang ibu merajut rindu
Inilah surat dari langit untuk aku

Comments
Post a Comment