Aku malu pada rumput

Lihatlah rumput di belakang rumahmu
Wajahnya lusuh bagaikan bulan merengut
Namun dia tetap sabar mensyukuri sang waktu
Walau setiap hari terinjak - injak oleh kaki kusut

Rumputku yang sedang tertunduk malu
Bangkitlah kembali tunjukkan wajahmu
Senyummu ceriakan duniaku
Semangatmu bangkitkan jiwaku

Biarkan kaki - kaki kusut menginjak harga dirimu
Namun engkau tetap ikhlas dan membisu
Walau dalam hati ingin marah kepada sang waktu
Tetaplah engkau sabar dalam pendirianmu

Aku sebenarnya malu kepadamu
Maafkanlah aku bila aku merendahkanmu
Namun aku yakin engkaulah rumput setiaku
Yang menemani aku setiap waktu

Ini bukan masalah harga diri
Akan tetapi rasa iba dalam hati
Tetaplah sabar dengan dirimu sendiri
Walau engkau hanya rumput teki

Berbahagialah wahai rumputku
Tuhan sudah memberimu yang terbaik
Banyak manusia yang iri dengan sifat rendah hatimu
Terkadang aku merasa angkuh berbeda jauh denganmu

Comments