Bahagia bersamamu #Episode 2

            Kehidupan dunia masih belum berakhir, masih ada jalan hidup ini yang harus kita hadapi , terkadang manusia lupa dengan keberadaanya , di kala senang dan bahagia mereka lupa akan segalanya , akan tetapi di kala susah dan berduka mereka mengeluh mengadu kepada sang pencipta. seakan - akan dunia ini tidak adil , wahai insan manusia , kehidupan di dunia tak akan selamanya , sadarlah bahwa alam ini ada yang menciptakanya , kita hanya sebagai seorang manusia yang hanya bisa berikhtiar dan berdo'a untuk membuka jalan menuju kesuksesan dan kebahagiaan , namun jalan itu adakalanya penuh dengan lika liku , begitu pula dengan kehidupan manusia , pasti pernah mendapatkan suatu ujian dan cobaan.

           Mungkin saat ini firman dan keluarganya bisa bahagia mempunyai si buah hati yang tampan dan gagah perkasa. namun di balik kebahagiaan ada beberapa ujian dan cobaan yang mereka dapatkan ketika nadia di diagnosis dokter , kalau nadia mandul alias tidak bisa hamil , pagi , siang dan malam mereka selalu merenung di dalam kamar , sempat ada pikiran untuk melakukan perceraian di antara keduanya , namun mereka berdua tetap sabar dan ingin mempertahankan janji suci yang dulu mereka ucapkan.

            Namun pada akhirnya firman datang kepada seorang kiai yang terkenal ampuh untuk menyembuhkan penyakit mandul pada istrinya , setelah beberapa bulan firman melakukan tirakat sehari semalam selama ber bulan - bulan , Alhamdulillah atas pertolongan Allah SWT setelah menjalankan tirakat dua bulan , akhirnya nadia sudah hamil dan lahirlah putera kesayangan mereka.
di malam yang indah ini mereka sedang duduk di teras rumah bersama putera tercintanya , sambil memandang bulan purnama yang terang benderang.

"Nadia istriku" ucap firman dengan panggilan yang lembut.
"Iya ada suamiku.? " ucap nadia sambil memeluk firman dari belakang
"Aku sangat bersyukur dan bahagia sekali mempunyai seorang istri secantik dan sebaik kamu" ucap firman sambil memegang tangan nadia.
"Ah , biasa aja mas , jangan lebay gitu"
"Aku serius nadia " ucap firman
"Dulu aku sempat hampir putus asa , ketika dirimu tak kunjung mempunyai seorang anak"
"Lantas kenapa.?"
"Maafkan mas firman ya , dulu mas firman sempat ingin menceraikanmu"
"Iya mas gak apa - apa , itu semua memang sudah wajar bagi manusia , yang penting kita sudah bahagia mempunyai seorang anak laki - laki"
"Iya terimakasih istriku , kamu mau nambah lagi gak.?" ucap firman sambil bercanda
"Mungkin besok aja ya mas , nadia masih libur bulan ini" 
"Hmmm, pikiranmu sudah kemana - mana , maksudnya mau nambah makan lagi gak.?" ucap firman sambil tersenyum.
"Oalah , mas aan gak bilang sih, enak juga ya mas opor ayam buatan ibu"
"Iya istriku, ini memang sejak dulu menjadi makanan favorit buatan ibu , aku jadi kangen sama ibuku di rumah"
"Ya udah , gak usah sedih , besok kita silaturahim kesana". ucap nadia sambil menyuapi makan si buah hatinya.

      Terlihat mereka berdua sangat bahagia saling bercanda dan makan malam di tengah keluarga yang sedang berbahagia. bagaikan burung dara di dalam sangkar memadu kasih dan cinta setulus hati , cinta mereka lembut selembut kain sutra , cinta mereka suci bagaikan kertas putih yang masih kosong tanpa tinta. mugnkinkah kebahagiaan mereka akan berhenti dari sini , dan apakah mungkin ada badai bahtera rumah tangga yang membuat mereka tidak bisa bahagia . nantikan cerita dan episode selanjutnya . yang penting baca terus novel ini sampai puas.

Bersambung..,

Comments