Bahagia bersamamu #Episode 1

           Awan langit cerah menghiasi langit , sang bumi masih betah tinggal berlama - lama disini , sang rembulan rindu dengan kekasihnya , ketika matahari terbenam sang rembulan tersenyum riang , datang kembali menerangi seluruh alam . jiwa ini telah lama sepi akhirnya sekarang ada yang menemani , si buah hati kini tumbuh menjadi manusia yang berbakti , burung - burung bernyayi di pagi hari , ku sambut dengan hati yang bahagia tanpa ada rasa mengeluh di dalam hati , sementara pohon cemara menangis di tepi jalan , menunggu hujan datang kembali turun . hari demi hari terus berlalu , kehidupan rumah tangga yang penuh dengan kebahagiaan bersama si buah hati yang baru di lahirkan.

"Nadia , kamu ingat gak waktu kita pertama kali pacaran" ucap firman
"Emang kapan kita pacaran.?" ucap nadia sambil menyuapi makan si buah hati.
"Dulu waktu kita belum nikah "
"Mas , pacaran dalam islam itu gak ada ,yang ada itu ta'arufan"
"hmm, bisa aja kamu"
"menurut kamu saya itu tipe cowok yang romantis apa tidak.?"
"iya , romantis banget bahkan lebih".

Senangnya bisa melihat mereka saling bercanda satu sama lain , sungguh nadia merupakan istri yang sangat baik untuk firman , ketelatenanya merawat sang buah hati tidak bisa di ragukan lagi , nadia sendiri juga pernah merawat adeknya saat masih bayi , saat itu ibunya sedang sakit , jadi untuk masalah merawat bayi nadia jagonya.

"beruntung aku punya istri seperti kamu.? ucap firman sambil minum kopi
"beruntung gimana mas.?"
"kamu sabar banget merawat buah hati kita"
"kalau itu mah sudah menjadi kewajiban saya sebagai seorang istri mas"
"iya nadia , itu juga tanggung jawab saya juga".
"ya udah kalau gitu , mas firman fokus aja dulu dengan bisnisnya"
"iya nadia , do'akan saja usaha mas bisa maju dan sukses , do'a seorang istri itu sangat manjur sekali.

Beruntunglah firman mempunyia seorang istri seperti nadia , menjadi seorang ibu bukanlah suatu hal yang mudah , beliau yang telah membesarkan kita sampai saat ini , jadi pasan saya , jangan pernah menyakiti hati ibu , dan beraktilah kepada kedua orang tuamu , niscaya Allah memperlancar rejeki kamu.

Bersambung.?

Comments