Akhir sebuah penantian #episode 10




            Waktu akan terus berlalu , cahaya mentari bersinar setiap waktu , gema alunan cinta menyasat pilu , tunggulah kanda setiap waktu , berharap engkau datang kepadaku , membawa cinta yang indah kelabu. Semilir angin pantai berhembus , nyiur pohon kelapa sejukkan hati , rumput ilalang telah lama mati , mengharapkan bunga yang indah kembali , cinta ini terkadang penuh pilihan , satu per satu jatuh di tepi jurang , namun ada satu cinta yang tak pernah hilang , yaitu cinta suci seorang penghafal al qur’an . sungguh indah melihat mereka berdua saling memadu cinta , bagaikan arjuna dan dewi sinta , tak terasa sudah satu tahun mereka menikah , namun hingga kini belum diberikan momongan.

            Sore hari yang indah , bersama pohon cemara mereka duduk berdua , sambil melihat pemandangan indah gunung muria , nadia mulai resah dan gelisah mengigat mereka berdua belum di berikan momongan
“kanda , sudah satu tahun hari pernikahan kita , kenapa kita belum dapat momongan.?”ucap nadia kepada firman.
“Nadia sayang , serahkan semua kepada yang maha kuasa, mungkin ini ujian bagi kita berdua” ucap firman sambil membelai rambut istrinya
“Kanda , janganlah engkau bersedih , nadia akan sabar menunggu”.
            Tak lama kemudian mereka berdua ziarah ke makam salah satu penyebar agama islam di jawa yaitu sunan muria , salah satu anggota dari walisongo , banyak sekali orang dari luar kudus yang berziarah ke makam ini , terlebih medan yang cukup jauh serta harus menaiki tangga selama setengah jam. Namun ini menjadi ikhtiar mereka berdua , agar doa’ mereka cepat di kabulkan oleh Allah SWT.
            Setelah pulang dari ziarah ke makam sunan , nadia membeli beberapa oleh – oleh untuk bisa di bawa pulang ke rumah , disana banyak yang menjual jangklong , pisang panjang dan buah yang satu ini namanya cukup unik , yaitu buah parijoto , konon parijoto sangat berkhasiat bagi seseorang perempuan yang belum hamil akan segera hamil , selain itu konon menurut masyarakat jawa , kalau makan buah parijoto , anaknya nanti akan menjadi anak yang ganteng jika yang lahir anak laki – laki , jika yang lahir anaknya perempuan maka anaknya akan menjadi cantik.
            Walau semua itu hanya mitos , namun tak salah mereka berdua harus mencoba buah parijoto tersebut. Tak jauh dari makam kanjeng sunan , terdapat gentong air peninggalan sunan muria , konon barang siapa yang meminum air tersebut akan di berikan kesehatan dan keberkahan air tersebut dari kanjeng sunan , sengaja firman meminta satu botol air kepada petugas untuk dia bawa pulang ke rumah , dan saat itu nadia langsung meminum air tersebut , semoga dengan izin Allah , air itu bisa membawa berkah dan nadia bisa cepat hamil .

Comments