Waktu akan terus berlalu , cahaya
mentari bersinar setiap waktu , gema alunan cinta menyasat pilu , tunggulah
kanda setiap waktu , berharap engkau datang kepadaku , membawa cinta yang indah
kelabu. Semilir angin pantai berhembus , nyiur pohon kelapa sejukkan hati ,
rumput ilalang telah lama mati , mengharapkan bunga yang indah kembali , cinta
ini terkadang penuh pilihan , satu per satu jatuh di tepi jurang , namun ada
satu cinta yang tak pernah hilang , yaitu cinta suci seorang penghafal al
qur’an . sungguh indah melihat mereka berdua saling memadu cinta , bagaikan
arjuna dan dewi sinta , tak terasa sudah satu tahun mereka menikah , namun
hingga kini belum diberikan momongan.
Sore hari yang indah , bersama pohon
cemara mereka duduk berdua , sambil melihat pemandangan indah gunung muria ,
nadia mulai resah dan gelisah mengigat mereka berdua belum di berikan momongan
“kanda ,
sudah satu tahun hari pernikahan kita , kenapa kita belum dapat momongan.?”ucap
nadia kepada firman.
“Nadia
sayang , serahkan semua kepada yang maha kuasa, mungkin ini ujian bagi kita
berdua” ucap firman sambil membelai rambut istrinya
“Kanda ,
janganlah engkau bersedih , nadia akan sabar menunggu”.
Tak lama kemudian mereka berdua
ziarah ke makam salah satu penyebar agama islam di jawa yaitu sunan muria ,
salah satu anggota dari walisongo , banyak sekali orang dari luar kudus yang
berziarah ke makam ini , terlebih medan yang cukup jauh serta harus menaiki
tangga selama setengah jam. Namun ini menjadi ikhtiar mereka berdua , agar doa’
mereka cepat di kabulkan oleh Allah SWT.
Setelah pulang dari ziarah ke makam
sunan , nadia membeli beberapa oleh – oleh untuk bisa di bawa pulang ke rumah ,
disana banyak yang menjual jangklong , pisang panjang dan buah yang satu ini
namanya cukup unik , yaitu buah parijoto , konon parijoto sangat berkhasiat
bagi seseorang perempuan yang belum hamil akan segera hamil , selain itu konon
menurut masyarakat jawa , kalau makan buah parijoto , anaknya nanti akan
menjadi anak yang ganteng jika yang lahir anak laki – laki , jika yang lahir
anaknya perempuan maka anaknya akan menjadi cantik.
Walau semua itu hanya mitos , namun
tak salah mereka berdua harus mencoba buah parijoto tersebut. Tak jauh dari
makam kanjeng sunan , terdapat gentong air peninggalan sunan muria , konon
barang siapa yang meminum air tersebut akan di berikan kesehatan dan keberkahan
air tersebut dari kanjeng sunan , sengaja firman meminta satu botol air kepada
petugas untuk dia bawa pulang ke rumah , dan saat itu nadia langsung meminum
air tersebut , semoga dengan izin Allah , air itu bisa membawa berkah dan nadia
bisa cepat hamil .

Comments
Post a Comment