Hidup itu indah , kehidupan itu luas , dunia yang indah ini di ciptakan untuk manusia yang mau berbuat kebaikan . seseorang bayi lahir di dalam perut ibu keluar dengan tangan mengepal , itu artinya manusia yang hidup di dunia ini pinginya berkuasa terus , padahal semestinya kita harus sadar , kalau nanti kita mati pasti tangan kita akan tidak akan mengepal dan tidak berkuasa lagi , karena seluruh kekuasaan di dunia hanya milik Allah , begitu pula dengan takdir dan qada qadarNya.
Setelah satu tahun menikah firman belum di anugrahi seorang anak , hingga saat itu firman berkunjung ke rumah kiainya dan menanyakan perihal ini , setelah pulang dari rumah kiai , firman langsung melaksanakan ijazah yang di berikan oleh kiainya , tak lama kemudian , sekitar kurang lebih dua bulan berjalan , terlihat wajah nadia yang semakin pucat , lantas firman bertanya kepada istrinya.
"Ada apa gerangan , kenapa wajahmu pucat seperti itu.?"
"gak tahu mas perut nadia sakit sejak kemarin"
"Oalah , itu pasti kemarin kamu makan sambal kebanyakan ya.?"
Tiba - tiba nadia lari ke kamar mandi , terdengar dari luar dia sedang muntah - muntah.
"Ada apa nadia kamu kok muntah - muntah gini.?" ucap firman dengan perasaan bingung sedikit cemas.
"Kayaknya nadia harus periksa ke dokter mas".
Setelah kejadian tersebut , tak lama si firman membawa istrinya periksa ke puskesmas dengan menggunakan mobil avanza hitam. setelah sampai di puskesmas , ternyata terlihat antrean yang sangat panjang saat itu , daripada menunggu cukup lama di puskesmas , firman langsung membawanya ke bidan yang letaknya cukup dekat dengan rumahnya.
"Selamat pagi bu bidan.?"
"Iya selamat pagi "
"Alhamdulillah bu bidan belum berangkat tugas"
"Iya mas , ini sebenarnya juga mau berangkat ke rumah sakit , ada yang perlu saya bantu" ucap bu bidan , namanya bu rini , bidan satu - satunya di desa mlaten.
"Tadi istri saya muntah - muntah bu , gak tau kenapa tiba - tiba perutnya sakit.
"Sebentar ya mas saya periksa dulu".
Firman berharap agar tidak terjadi suatu hal yang bisa membuatnya sedih , terlihat wajah nadia semakin lama semakin pucat tidak seperti biasanya.
"Gimana dengan istri ya bu bidan.?"
"Selamat mas aan , sebentar lagi mbak nadia akan punya anak" ucap bu bidan sambil tersenyum bahagia.
Tak lama kemudian , si firman langsung sujud syukur di tempat . ternyata ijazah yang di berikan pak kiai sangat bermanfaat bagi dirinya , dan ini semua juga karena kuasa Allah SWT .
"Alhamdulillah , terimakasih banyak bu bidan". ucap firman
Akhirnya Nadia mulai mengeluarkan tetes air mata kebahagiaan , sementara itu , firman memeluk tubuh istrinya dan membelai rambutnya sambil mengelus - elus jabang bayi yang ada di perut nadia. sungguh suatu hal yang mungkin mustahil , kini bisa menjadi kenyataan , padahal lima bulan yang lalu , nadia pernah di diagnosis dokter , kalau dia tidak bisa hamil , ternyata semua itu salah , kalau Allah sudah berkehendak , maka yang terjadi adalah kun fayakun.
Bagaimana kelanjutan kisahnya , baca terus novel "seruling cinta " ini.?

Comments
Post a Comment