Akhir sebuah penantia #episode 8


Akhir sebuah penantian

           Mendung datang kembali membawa air hujan yang tak kunjung berhenti , semakin lama semakin menyayat hati , kapan dunia ini akan kembali seperti dulu lagi , di saat bumi ini masih rindang dengan pohon – pohon yang menghiasi tepi jalan , cukup satu yang ingin engkau sampaikan yaitu kata cinta yang masih terpendam di dalam dada, nyiur pohon kelapa di tepi pantai mengingatkan aku dengan masa lalu indah saat kita masih bersatu , kini bersama kembali bagaikan bulan dan matahari bersatu , tangis bahagia menghiasi mahligai cinta dalam hati , saat engkau duduk di sampingku hatiku menjadi luluh tak berdaya , inilah surga dunia yang tak ada bandingnya.

        Setelah akad pernikahan selesai , hatiku menjadi lebih tenang , tak ada orang lain yang berani mendekati kamu , cukup dia yang menjadi pendamping hidupmu , seluruh teman ,keluarga dan sanak kerabat berbondong di acara pernikahan ini , terlihat sosok ke dua pengantin yang sangat serasi dan menawan hati.  Andaikan ada bunga yang turun dari surga , pasti akan ku cari demi kekasih tercinta , sungguh hari yang paling berbahagia , bisa bersanding duduk bersama putri kepala desa , memakai kerudung merah pemberian sang pangeran cinta.

             Kunang – kunang bersinar di kegelapan malam , sunyi sepi memandang langit yang penuh dengan bintang kejora , senyum manismu sembuhkan luka dan rindu yang semakin membara , ku ingin memelukmu hingga akhir waktu menjemput ajal , esok kita kan bersatu merajut tali keluarga , membina kehidupan rumah tangga yang harmonis , semoga cinta kita kan abadi untuk selama – lamanya , menjadi satu ikatan tanpa adanya badai di dalam rumah tangga.

Comments