Akhir sebuah
penantian
Mendung datang kembali membawa air
hujan yang tak kunjung berhenti , semakin lama semakin menyayat hati , kapan
dunia ini akan kembali seperti dulu lagi , di saat bumi ini masih rindang
dengan pohon – pohon yang menghiasi tepi jalan , cukup satu yang ingin engkau
sampaikan yaitu kata cinta yang masih terpendam di dalam dada, nyiur pohon
kelapa di tepi pantai mengingatkan aku dengan masa lalu indah saat kita masih
bersatu , kini bersama kembali bagaikan bulan dan matahari bersatu , tangis
bahagia menghiasi mahligai cinta dalam hati , saat engkau duduk di sampingku
hatiku menjadi luluh tak berdaya , inilah surga dunia yang tak ada bandingnya.
Setelah akad pernikahan selesai ,
hatiku menjadi lebih tenang , tak ada orang lain yang berani mendekati kamu ,
cukup dia yang menjadi pendamping hidupmu , seluruh teman ,keluarga dan sanak
kerabat berbondong di acara pernikahan ini , terlihat sosok ke dua pengantin yang
sangat serasi dan menawan hati. Andaikan
ada bunga yang turun dari surga , pasti akan ku cari demi kekasih tercinta ,
sungguh hari yang paling berbahagia , bisa bersanding duduk bersama putri
kepala desa , memakai kerudung merah pemberian sang pangeran cinta.
Kunang – kunang bersinar di
kegelapan malam , sunyi sepi memandang langit yang penuh dengan bintang kejora
, senyum manismu sembuhkan luka dan rindu yang semakin membara , ku ingin
memelukmu hingga akhir waktu menjemput ajal , esok kita kan bersatu merajut
tali keluarga , membina kehidupan rumah tangga yang harmonis , semoga cinta
kita kan abadi untuk selama – lamanya , menjadi satu ikatan tanpa adanya badai
di dalam rumah tangga.

Comments
Post a Comment