menerima jasa semir sepatu kepada orang –
orang kantoran tersebut , al hasil uang dari semir sepatu lumayan banyak ,
selain itu firman selalu menyisihkan uangnya , mana yang harus di tabung dan
mana yang harus dia sedekahkan ke orang lain.
Memang tak mudah hidup di negeri orang ,
kadang kalau situasi politik sedang panas, firman sering kali tidak masuk
kuliah. namun sekarang kondisi politik sudah mulai membaik , hingga saat itu
dia mulai sibuk membuat skripsi agar bisa cepat lulus dari universitas al
azhar. keinginan terbesar firman adalah ingin sekali mengajak ayah dan ibunya
pergi jalan – jalan ke luar negeri , terutama di negara mesir tempat dia
belajar disini. Selama di kampus al azhar , firman sangat suka untuk berdiskusi
dengan temanya , jika memang ada suatu pertanyaan yang di anggapnya sulit
baginya , maka dia langsung bertanya kepada dosen yang membimbing dia belajar.
Hari
ini adalah hari minggu , cuaca sangat cerah dan sangat mendukung , firman dan
farhan pergi menaiki kereta listrik di kairo , rencananya mereka berdua mau
liburan ke tempat yang paling bersejarah di mesir, dan di situ pula terdapat
jasad raja fir’aun yang masih utuh. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan
turis asing yang berasal dari negeri paman sam , lantas saat itu farhan
menantang firman agar mau berbicara dengan wanita bule tersebut.
“Hai firman , kamu berani gak
ngomong sama bule itu.? ucap farhan
“hmm, gimana ya, bahasa
inggrisku masih belepotan” ucap firman
“udahlah , kamu pede aja ,
praktekan apa yang saya ajarin kemarin” ucap farhan.
Perlahan firman mulai
mendekati wanita bule tersebut yang sedang berdiri di dalam kereta.
“hi, how are you.? ucap firman
dengan penuh percaya diri , walaupun pengucapan bahasa inggrisnya masih medok
campur aduk.
“i’m fine , thank you” ucap
bule tersebut kepada firman.
“what is your name.?” ucap
firman
“my name is marcella. And
what’s your name.? ucap marcella
‘my name is firman” ucap
firman , ternyata bule cantik tersebut namanya marcella , dia adalah turis yang
kebetulan satu kereta dengan firman.
“marcella, where are you from.?”
“I am from california. And
you.?
“I am from Semarang ,
Indonesian” ucap firman.
Setelah berkenalan dengan si bule tadi , firman sudah
lega sekali melakukan tantangan dari si farhan , ini adalah pertama kalinya
firman berkomunikasi dengan seorang bule, perjalanan kurang lebih masih satu
jam lagi , saat itu farhan dan firman sudah dapat jatah tempat duduk setelah
mereka berdua berdiri cukup lama , hingga saat itu ada salah satu mahasiswa
dari indonesia yang satu kereta juga dengan mereka berdua , terlihat dia
memakai kerudung warna putih dan dia sedang berdiri sendirian karena tidak
dapat jatah kursi di dalam kereta , melihat kondisi seorang wanita tersebut
yang berdiri di dalam kereta , firman langsung menghampiri wanita tersebut.
“Permisi , silahkan mbak
duduk disini” ucap firman
“iya mas , syukron” ucap wanita
tersebut.
“aslinya mana mbak.?”
“saya dari surabaya”
“oh iya, namanya siapa.?”
“nama saya sarah, nama kamu
siapa.?” ucap sarah
“nama saya firman , salam
kenal ya.?” ucap firman.
Saat itu si sarah duduk
bersama dengan si farhan , terlihat firman hanya bisa tersenyum melihat farhan
yang mulai menjaga jarak dengan si sarah.
“ini teman saya mbak ,
namanya farhan , dia masih jomblo” ucap firman bercanda.
“kamu ini bisa aja firman”
ucap farhan.
“mbak sarah , kuliah dimana.?”
ucap firman
“saya kuliah di Al azhar”
ucap mbak sarah
“sama dong dengan saya” ucap
firman
“ambil jurusan apa kamu.?”
ucap sarah
“saya ambil jurusan tarbiyah
, kalau kamu sendiri.?”
“saya jurusan sastra arab”
ucap sarah
“ya udah semoga sukses selalu
buat kamu”. ucap firman
Gak terasa akhirnya mereka berdua sampai juga di stasiun
kereta, setelah itu firman dan farhan pamitan dengan wanita yang ternyata warga
negara indonesia yang kuliah di al azhar juga.
“lumayan ya , wanita tadi”
ucap farhan
“lumayan gimana, cantik ta
maksud kamu , tenang aku sudah simpan nomer hp nya kok” ucap firman sambil
tersenyum.
“wah , kamu bisa aja an”.
Dialah firman yang rela
tempat duduknya dia berikan kepada wanita yang sedang berdiri di dalam kereta. dia
memiliki jiwa tenggang rasa, dan sangat suka menolong orang yang sedang
kesusahan.
Waktu terus beputar , kala
malam menjelang tubuh firman tiba – tiba kedinginan, suara gemuruh banyak orang
terdengar di dalam kamar asramanya , hati firman merasa ada yang tidak enak ,
tiba – tiba terdengar suara letusan pistol yang sangat keras yang membuat
farhan terbangun dari tidurnya.
“Astagfirullah , ada apa ini.?
ucap farhan dengan wajah panik
“kayaknya warga mesir mulai
mengepung pusat pemerintahan lagi” ungkap firman dalam hati .
Kondisi seperti ini membuat
mereka tidak bisa tidur nyenyak , hingga datanglah petugas dari kedutaan besar
indonesia yang datang menuju kamar asrama, terlihat dia membawa sebua catatan.
“Assalamualaikum , ahlan wa
sahlan ya akhi.?” ucap petugas dari KBRI
“waalaikumsalam ,
Alhamdulillah ustadz” ucap farhan
“posisi anda sekarang sedang
tidak aman , bapak akan mendata warga indonesia yang masih disini , untuk
sementara waktu kalian akan di pindahkan ke kantor KBRI yang letaknya jauh dari
pusat kota” ucap petugas KBRI dengan tegas
“iya pak, tapi besok kami ada
ulangan semester pak.?” ucap farhan sedikit bingung
“itu masalah mudah , yang penting
nyawamu bisa terselamatkan”.
Kondisi malam ini mulai
mencekam , segala aktivitas malam ini saya hentikan , sedih rasanya tidak bisa
mengikuti tes akhir semester , tapi mau gimana lagi , kondisi di kota kairo
saat ini sedang lumpuh , puluhan ribu massa melakukan aksi demo untuk
mengkudeta presiden mesir. Namun ada cerita menarik ketika firman berada di
tempat pengungsian , saat itu dia bertemu dengan kawan lamanya saat masih
mondok di gontor , namanya hafidz , dia berasal dari bogor , sudah sekian lama
mereka tidak bertemu , setelah di tempat pengungsian, mereka saling ngobrol
satu sama lain seperti saudara sendiri.
Tidak mudah hidup di negara
yang penuh dengan konflik , namun semua itu bisa di buat pelajaran bagi firman
sendiri , semakin banyak pengalaman maka semakin banyak pula ilmu yang mereka
dapatkan . beruntung firman dan farhan masih bisa terselamatkan dari aksi teror
yang di lakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di kota kairo mesir ,
sungguh perjuangan menuntut ilmu yang tidak mudah, semoga Allah senantiasa
memberikan kemudahan dan kelancaran bagi mereka di kemudian hari.

Comments
Post a Comment