sang pengembara ilmu 2



menerima jasa semir sepatu kepada orang – orang kantoran tersebut , al hasil uang dari semir sepatu lumayan banyak , selain itu firman selalu menyisihkan uangnya , mana yang harus di tabung dan mana yang harus dia sedekahkan ke orang lain.
Memang tak mudah hidup di negeri orang , kadang kalau situasi politik sedang panas, firman sering kali tidak masuk kuliah. namun sekarang kondisi politik sudah mulai membaik , hingga saat itu dia mulai sibuk membuat skripsi agar bisa cepat lulus dari universitas al azhar. keinginan terbesar firman adalah ingin sekali mengajak ayah dan ibunya pergi jalan – jalan ke luar negeri , terutama di negara mesir tempat dia belajar disini. Selama di kampus al azhar , firman sangat suka untuk berdiskusi dengan temanya , jika memang ada suatu pertanyaan yang di anggapnya sulit baginya , maka dia langsung bertanya kepada dosen yang membimbing dia belajar.
Hari ini adalah hari minggu , cuaca sangat cerah dan sangat mendukung , firman dan farhan pergi menaiki kereta listrik di kairo , rencananya mereka berdua mau liburan ke tempat yang paling bersejarah di mesir, dan di situ pula terdapat jasad raja fir’aun yang masih utuh. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan turis asing yang berasal dari negeri paman sam , lantas saat itu farhan menantang firman agar mau berbicara dengan wanita bule tersebut.
“Hai firman , kamu berani gak ngomong sama bule itu.? ucap farhan
“hmm, gimana ya, bahasa inggrisku masih belepotan” ucap firman
“udahlah , kamu pede aja , praktekan apa yang saya ajarin kemarin” ucap farhan.
Perlahan firman mulai mendekati wanita bule tersebut yang sedang berdiri di dalam kereta.
“hi, how are you.? ucap firman dengan penuh percaya diri , walaupun pengucapan bahasa inggrisnya masih medok campur aduk.
“i’m fine , thank you” ucap bule tersebut kepada firman.
“what is your name.?” ucap firman
“my name is marcella. And what’s your name.? ucap marcella
‘my name is firman” ucap firman , ternyata bule cantik tersebut namanya marcella , dia adalah turis yang kebetulan satu kereta dengan firman.
“marcella, where are you from.?”
“I am from california. And you.?
“I am from Semarang , Indonesian” ucap firman.

            Setelah berkenalan dengan si bule tadi , firman sudah lega sekali melakukan tantangan dari si farhan , ini adalah pertama kalinya firman berkomunikasi dengan seorang bule, perjalanan kurang lebih masih satu jam lagi , saat itu farhan dan firman sudah dapat jatah tempat duduk setelah mereka berdua berdiri cukup lama , hingga saat itu ada salah satu mahasiswa dari indonesia yang satu kereta juga dengan mereka berdua , terlihat dia memakai kerudung warna putih dan dia sedang berdiri sendirian karena tidak dapat jatah kursi di dalam kereta , melihat kondisi seorang wanita tersebut yang berdiri di dalam kereta , firman langsung menghampiri wanita tersebut.
“Permisi , silahkan mbak duduk disini” ucap firman
“iya mas , syukron” ucap wanita tersebut.
“aslinya mana mbak.?”
“saya dari surabaya”
“oh iya, namanya siapa.?”
“nama saya sarah, nama kamu siapa.?” ucap sarah
“nama saya firman , salam kenal ya.?” ucap firman.
Saat itu si sarah duduk bersama dengan si farhan , terlihat firman hanya bisa tersenyum melihat farhan yang mulai menjaga jarak dengan si sarah.
“ini teman saya mbak , namanya farhan , dia masih jomblo” ucap firman bercanda.
“kamu ini bisa aja firman” ucap farhan.
“mbak sarah , kuliah dimana.?” ucap firman
“saya kuliah di Al azhar” ucap mbak sarah
“sama dong dengan saya” ucap firman
“ambil jurusan apa kamu.?” ucap sarah
“saya ambil jurusan tarbiyah , kalau kamu sendiri.?”
“saya jurusan sastra arab” ucap sarah
“ya udah semoga sukses selalu buat kamu”. ucap firman

            Gak terasa akhirnya mereka berdua sampai juga di stasiun kereta, setelah itu firman dan farhan pamitan dengan wanita yang ternyata warga negara indonesia yang kuliah di al azhar juga.
“lumayan ya , wanita tadi” ucap farhan
“lumayan gimana, cantik ta maksud kamu , tenang aku sudah simpan nomer hp nya kok” ucap firman sambil tersenyum.
“wah , kamu bisa aja an”.
Dialah firman yang rela tempat duduknya dia berikan kepada wanita yang sedang berdiri di dalam kereta. dia memiliki jiwa tenggang rasa, dan sangat suka menolong orang yang sedang kesusahan.
           
Waktu terus beputar , kala malam menjelang tubuh firman tiba – tiba kedinginan, suara gemuruh banyak orang terdengar di dalam kamar asramanya , hati firman merasa ada yang tidak enak , tiba – tiba terdengar suara letusan pistol yang sangat keras yang membuat farhan terbangun dari tidurnya.
“Astagfirullah , ada apa ini.? ucap farhan dengan wajah panik
“kayaknya warga mesir mulai mengepung pusat pemerintahan lagi” ungkap firman dalam hati .
Kondisi seperti ini membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak , hingga datanglah petugas dari kedutaan besar indonesia yang datang menuju kamar asrama, terlihat dia membawa sebua catatan.
“Assalamualaikum , ahlan wa sahlan ya akhi.?” ucap petugas dari KBRI
“waalaikumsalam , Alhamdulillah ustadz” ucap farhan
“posisi anda sekarang sedang tidak aman , bapak akan mendata warga indonesia yang masih disini , untuk sementara waktu kalian akan di pindahkan ke kantor KBRI yang letaknya jauh dari pusat kota” ucap petugas KBRI dengan tegas
“iya pak, tapi besok kami ada ulangan semester pak.?” ucap farhan sedikit bingung
“itu masalah mudah , yang penting nyawamu bisa terselamatkan”.

Kondisi malam ini mulai mencekam , segala aktivitas malam ini saya hentikan , sedih rasanya tidak bisa mengikuti tes akhir semester , tapi mau gimana lagi , kondisi di kota kairo saat ini sedang lumpuh , puluhan ribu massa melakukan aksi demo untuk mengkudeta presiden mesir. Namun ada cerita menarik ketika firman berada di tempat pengungsian , saat itu dia bertemu dengan kawan lamanya saat masih mondok di gontor , namanya hafidz , dia berasal dari bogor , sudah sekian lama mereka tidak bertemu , setelah di tempat pengungsian, mereka saling ngobrol satu sama lain seperti saudara sendiri.

Tidak mudah hidup di negara yang penuh dengan konflik , namun semua itu bisa di buat pelajaran bagi firman sendiri , semakin banyak pengalaman maka semakin banyak pula ilmu yang mereka dapatkan . beruntung firman dan farhan masih bisa terselamatkan dari aksi teror yang di lakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di kota kairo mesir , sungguh perjuangan menuntut ilmu yang tidak mudah, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran bagi mereka di kemudian hari.




Comments