1. Sang Pengembara ilmu
Mesir merupakan Negara pertama di
dunia yang mengakui Kedaulatan Indonesia pada 17 Agustus
1945.
Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung
Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia
Barat Daya) sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika
Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan,
jalur Gaza dan Israel di
utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut
Tengah di utara dan Laut Merah di timur. Mayoritas penduduk
Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar
daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni. Mayoritas penduduk negara Mesir
menganut agama Islam
sementara sisanya menganut agama Kristen Koptik. Mesir terkenal dengan peradaban
kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia misalnya Piramid Giza,Kuil
Karnak,Lembah Raja serta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota
di wilayah selatan terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65%
artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat
budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.
Universitas Al-Azhar adalah salah satu pusat utama pendidikan sastra
Arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia dan merupakan universitas pemberi
gelar tertua kedua di dunia. Universitas ini berhubungan dengan masjid Al-Azhar di
wilayah Kairo Kuno.
Mulanya universitas ini dibangun oleh Bani
Fatimiyah yang menganut mazhab Syi'ah Ismailiyah,
dan sebutan Al-Azhar mengambil dari nama Sayyidah Fatimah
az-Zahra, putri Nabi Muhammad. Masjid ini dibangun sekitar tahun
970~972. Pelajaran dimulai di Al-Azhar pada Ramadan Oktober 975, ketika ketua
Mahkamah Agung Abul Hasan Ali bin Al-Nu'man mulai mengajar dari buku
"Al-Ikhtisar" mengenai topik yurisprudensi
Syi'ah. Madrasah,
tempat pendidikan agama, yang terhubung dengan masjid ini dibangun pada tahun 988. Belakangan, tempat
ini menjadi sekolah bagi kaum Sunni menjelang abad
pertengahan, dan terus terpelihara hingga saat ini. Saat ini, misi
universitas antara lain adalah penyebaran agama dan budaya
Islam. Untuk tujuan ini, para sarjana Islam (ulama) mengeluarkan
maklumat (fatwa)
untuk menjawab berbagai permasalahan yang ditanyakan kepada mereka dari seluruh
dunia Islam Sunni, mengenai perilaku individu atau masyarakat
muslim yang tepat (contohnya baru-baru ini adalah fatwa mengenai
klarifikasi dan dan pelarangan terhadap pemotongan
alat kelamin perempuan). Al-Azhar juga melatih pedakwah yang
ditunjuk oleh pemerintah Mesir.
Tak terasa kurang satu tahun
lagi firman akan menyelesaikan studinya di universitas Al Azhar mesir , pria
alumni pondok gontor ini sejak kecil sudah hidup mandiri sehingga kalau dia
merantau kemanapun pasti akan betah disana dan pria ini memiliki jiwa petualangan
yang cukup tinggi , dia sangat suka dengan beberapa tantangan yang dia alami
selama kuliah di mesir. Tak semua lelaki mempunyai kepribadian yang baik
seperti firman , kedisiplinan dan keuletanya yang membuat dia bisa sukses
seperti sekarang ini , di tambah lagi dia juga sudah menyelesaikan hafalan Al
Qur’an 30 jus di pondok pesantren gontor , sungguh ini sebuah prestasi yang
membanggakan bagi dirinya dan untuk kedua orang tuanya.
Menjalani kehidupan di kamar
kos yang sempit sudah menjadi makanan dia sehari – hari , banyak mahasiswa
indonesia yang kuliah disana , kebanyakan anak – anak yang kuliah disana
mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Jadi kalau disana seperti ada negeri
sendiri di dalam negeri orang, cuaca mesir yang panas tidak membuat semangat
belajar firman turun , bahkan setiap hari libur kuliah, dia dan teman – temanya
memproduksi tempe untuk di jual di beberapa restoran indonesia yang ada di
mesir , hasil dari jerih payahnya sendiri bisa menghasilkan uang untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari – hari , sehingga ayah dan ibundanya sama sekali
tidak pernah mengirimkan uang untuknya.
Kadang hati firman rindu
dengan kampung halaman , jadi untuk melepas kangenya dia sering menggunakan
fasilitas telpon gratis di kantor kedutaan besar indonesia yang berada di
mesir, lumayan dengan adanya telpon gratis ini , firman tidak lagi merogoh
kocek untuk membeli pulsa , ini semua juga berkat dari pemerintah indonesia ,
khususnya untuk pak jokowi yang sampai tahun ini masih menjabat sebagai
presiden indonesia. Setiap hari minggu firman selalu menelpon ayahnya untuk
menanyakan kabar keluarga di rumah , namun sayang saat itu si firman lupa minta
nomer teleponya nadia , sehingga sampai saat ini dia sama sekali tidak pernah
menelpon nadia di rumah , padahal seperti yang kita tahu , di rumah nadia
sering ada masalah namun ada baiknya juga si firman tidak mengetahui kabar
tersebut , lagi pula kalau firman nelpon nadia terus pasti akan cepat bosan dan
bisa menimbulkan syahwat yang berlebihan dan khawatirnya bisa menganggu belajar
si firman.
Memang tak ada kenangan apapun yang nadia
berikan kepada si firman , namun firman lega sudah memberikan kado berupa
kerudung merah untuk nadia , firman percaya jika kerudung merah tersebut masih
dia pakai , berarti nadia masih cinta denganya , akan tetapi jika kerudung
merah tersebut hilang dan tidak di pakai oleh nadia, maka semua itu perlu kita
tanyakan.
Firman bukanlah satu – satunya seorang
mahasiswa indonesia yang berjuang menempuh pendidikan disana , banyak juga
teman dia yang berasal dari orang kalangan tidak mampu , namun bisa kuliah
sampai di mesir , jadi untuk bisa pergi ke luar negeri sekarang tidak mahal ,
kalau kita mau kesana , maka kita harus cerdas terlebih dahulu , karena bukan
sembarang orang bisa pergi kesana , ada beberapa tes dan interview untuk meraih
beasiswa ke mesir yang di adakan oleh Kementrian Agama RI. Setiap hari firman
melaksanakan kuliah rutin serta belajar berdagang disana. semua itu memang
membutuhkan perjuangan yang tidak mudah , dia harus bisa bekerja keras untuk
mengejar impianya di masa yang akan datang.
Suatu hari dia berjalan menuju kampus
bersama farhan , farhan adalah teman satu kampus sekaligus satu kamar dengan
firman , dia berasal dari kota tegal jadi ngomongnya agak ngapak – ngapak ,
tapi sebenarnya si farhan ini mempunyai kemampuan komunikasi bahasa arab dengan
sangat baik , setiap hari firman belajar bahasa arab kepada farhan , bahkan
sekarang firman sudah menguasai bahasa arab , karena bahasa tersebut di gunakan
setiap hari dalam melakukan aktivitas apapun . jadi temen – temen untuk
mempelajari bahasa itu sebenarnya sangat mudah , kalau kita sudah terbiasa
setiap hari mengucapkanya berulang – ulang , pasti suatu saat bahasa tersebut
akan hafal dengan sendirinya.
Ketika malam tiba mereka berdua belajar
dan mengerjakan beberapa tugas dari dosen di kampus , kadang sampai larut malam
mereka berdua masih duduk sambil membaca kitab di serambi masjid al azhar.
terlihat seorang penjaga masjid sedang melambaikan tanganya dari kejauhan , itu
tandanya mereka berdua harus pulang ke asrama karena sebentar lagi masjid akan
di kunci . setelah sampai di asrama biasanya firman langsung mengambil air
wudlu , setelah itu dia membaca surat – surat pendek dan memaca do’a sebelum
tidur , saat tengah malam tiba , firman bangun dari tidur langsung mengambil
air wudlu dan dia melaksanakan sholat sunnah tahajud hinggal pukul 03.00 malam
dia tidur lagi sampai adzan subuh barulah dia bangun lagi untuk pergi ke masjid
sholat subuh berjama’ah , setelah sholat subuh dia langsung membaca al qur’an
sambil mengingat – ingat dan muroja’ah hafalan 30 juz nya . kadang dia meminta
si farhan untuk menyimaknya dan mereka berdua sangat tekun dalam beribadah ,
tak terasa waktu sudah hampir siang , biasanya sebelum masuk kuliah , firman
selalu mengerjakan sholat dhuha 12 rekaat setiap hari , barulah setelah selesai
sholat dia langsung kuliah.
Sungguh
kebiasaan – kebiasaan yang baik yang harus di contoh oleh kaum muda zaman
sekarang , semakin kita sibuk urusan kita dengan Allah , maka semakin mudah
jalan hidup kita ke depanya , jika kita terus dekat dan ingat kepada Allah ,
maka hati kita akan terasa tenang . menuntut ilmu hukumnya wajib , namun jangan
perna lupa kalau ibadah juga harus di perhatikan . biasanya setiap hari jum’at
, firman selalu datang paling awal , ketika banyak orang – orang kantoran yang
sholat di masjid , firman

Comments
Post a Comment