di antara lamaran mereka di tolak mentah –
mentah , selain parasanya yang cantik , nadia juga cerdas dalam hal pendidikan
dan ilmu agamanya , terkadang sering kali dia menjadi ketua panitia acara –
acara peringatan hari besar islam di masjid baiturahim , kadang kalau sempat
dia juga mengajar ngaji kepada anak – anak di kampung yang memang belum bisa
mengaji . namun kini tinggalah waktu yang akan menjawabnya , akankah hubungan
nadia dengan firman bisa bertahan lama , ataukah mungkin ada orang ke tiga yang
akan menganggu hubungan mereka , simak terus ceritanya.
Cinta adalah sebuah anugrah yang
diberikan Tuhan kepada kita semua, kadang kita tak tahu kapan cinta itu datang,
namun terkadang cinta datang secara tiba – tiba. Suatu ketika nadia pergi
kepada seorang kiai yang cukup terkenal di desa mlaten, namanya KH. Ali Mursyid
, tujuan dia kesana hanyalah ingin silaturahmi dan ingin bertanya sesuatu
tentang masalah jodoh kepada pak kiai, jarak rumah pak kiai dengan rumah nadia lumayan
agak jauh , saat itu dia pergi kesana dengan jalan kaki melewati tepi sungai
yang berada di desaku. tiba – tiba datanglah seorang cowok yang mengendarai
sepeda motor harley davidson memakai jaket levis dan berkacamata hitam
menghampiri nadia.
“Hai, neng panas – panas gini kok jalan
kaki , emang mau kemana.?” ucap cowok maco tersebut. dengan wajah agak sedikit
merengut dan cuek nadia menjawab.
“aku mau ke rumahnya pak kiai” ucap nadia
“ouh , aku juga mau ke arah sana , mau ta
ikut sama aku , biar gak kepanasan.?” ucap cowok maco tersebut sambil merayu
nadia.
“emang kamu siapa sih , sok kenal dengan
aku” ucap nadia sedikit jutek.
“masa lupa sama temen sendiri, namaku Rio
teman waktu masih SD , dulu kamu kan yang sering aku jailin terus.?” Ucap rio
sambil bercanda dan berusaha merayu nadia agar dia mau di ajak naik motor
gedenya.
“oalah, Rio anaknya pak joni ta.?” Ucap
nadia
“yups, betul sekali , jadi gimana nih,
mau ikut gak sama aku.?”
“ya udah deh, tapi pelan – pelan ya naik
motornya”
“ok neng , tenang aja”.
Ternyata cowok yang mengendarai motor
gede tadi itu namanya si Rio , dia adalah anak dari pengusaha krupuk yang
paling kaya di desa mlaten. Ayahnya namanya pak joni , setiap hari pak joni
sibuk dengan usahanya memproduksi krupuk udang , dan dialah salah satu
konglomerat yang tinggal di desa mlaten, kekayaanya melebihi dari seorang
kepala desa, rumahnya yang megah dan mobilnya yang mewah , membuat warga
sekitar sangat kagum dengan sosok pak joni ini , namun di sisi lain pak joni
juga seorang yang dermawan , sering kali pak joni mengundang anak yatim dan
para dhua’fa ke rumahnya dan di berikan beberapa uang dan sembako kepadanya.
Saat itu sampailah nadia di rumah kiai
mursyid , disana dia terlihat bahagia ketika dapat tumpangan dari mas rio , setelah
itu dia langsung menuju rumah kiai mursyid , namun saat itu kebetulan pak kiai
mursyid masih berada di masjid karena menjadi imam sholat dhuhur disana , saat
itu nadia menunggu di teras rumah pak kiai , terlihat dia sedang termenung
sambil melamun , mungkin saat itu dia lagi kangen sama firman , lalu saat itu
dia membuka tas kecil yang di bawanya , dan di dalam tas tersebut berisi
kerudung merah pemberian si firman , lalu saat itu dia mencium kerudung merah
tersebut untuk melepas rasa kangen dan rindunya. Setelah menunggu beberapa lama
di teras rumah pak kiai , akhirnya pak kiai datang menuju rumah , lalu menemui
nadia.
“Assalamualikum” ucap kiai mursyid.
“Waalaikumsalam pak kiai” ucap nadia
“Pasti sedang menunggu saya ya tadi.?”
“iya pak kiai”.
“apa perlu apa kamu kesini.?”
“itu pak kiai , nadia mau curhat tentang
masalah jodoh”ucap nadia.
“ouh, boleh – boleh , mari masuk ke dalam
rumah”ucap pak kiai mursyid
Terlihat istri pak kiai membawakan air
teh hangat kepada nadia dan membawakan beberapa makanan ringa.
“waduh, bu nyai , gak usah repot – repot”
ucap nadia.
“iya gak apa – apa, hanya sekedar
menghormati tamu”. Ucap bu nyai.
Jika seseorang mendapatkan sebuah masalah
, maka jalur alternatif yang paling baik adalah datang kepada orang yang lebih
tua dan kita bisa meminta nasehat yang baik kepadanya , karena jika masalah
tersebut bisa kita curhatkan , mungkin ada solusi yang akan bisa kita terima ,
saat itu nadia terlihat serius menanyakan beberapa masalah tentang jodoh kepada
pak kiai.
“Pak kiai , saya sebenarnya sudah ada
calon untuk menikah pak kiai , apakah saya perlu sholat istikharah terlebih
dahulu , apakah mungkin saya harus mantap dengan keputusanku sekarang.?” ucap
nadia.
“kalau urusan jodoh sebenarnya itu mudah
, kalau memang kamu cinta atau suka denganya maka kamu jalani dulu saja, dan
sholat istikharah tetap kamu lakukan ,mintalah petunjuk kepada Allah SWT” ucap
pak kiai.
“iya pak kiai , terimakasih atas
nasehatnya”ucap nadia.
“ngomong – ngomong siapa laki – laki yang
kamu maksud itu.?”
“namanya mas firman dia sekarang masih
melanjutkan studinya di Kairo Mesir”
“Ouh, Firman anaknya bapak Aan yang punya
usaha percetakan itu ta.?” Ucap pak kiai sambil tersenyum.
“iya pak kiai” ucap nadia sambil
menanggukan kepalanya.
“Dia seorang pemuda yang luar biasa ,
sungguh beruntungnya kamu jika dia bisa menjadi pasangan hidupmu” ucap pak
kiai.
“iya pak kiai , terimakasih , do’akan
saja semoga kami berdua berjodoh”
“Aamiin, tapi tetap serahkan semuanya
yang terbaik kepada Allah SWT” ucap kiai mursyid.
Setelah pulang dari rumahnya pak kiai ,
nadia pulang jalan kaki ke rumahnya, setelah sampai di rumah , tiba – tiba
banyak sekali orang yang berada di rumahnya pak kades , perasaan nadia semakin
cemas dan bertanya – tanya ,
“tumben, rumah bapak kok rame sekali ada
apa ya.?” Ungkap nadia dalam hati.
Saat itu dia langsung mendekat menuju
rumah, ternyata saat itu ibu Hajjah Aminah sedang opname karena mengidap
penyakit jantung. Melihat kejadian tersebut nadia langsung pingsan tak sadarkan
diri , sementara itu ibunya langsung di bawa ke rumah sakit menggunakan
mobilnya pak Aan , saat itu nadia langsung di bawa ke kamar oleh warga sekitar,
sampai malam tiba dia belum sadarkan diri , hingga saat itu datanglah kiai
mursyid ke rumahnya , tiba – tiba saat kiai mursyid datang , nadia langsung bisa sadar seketika , mungkin
saat itu kiai mursyid memberikan do’a kepadanya agar bisa cepat sadar.
“ibu , mana ibu.! teriak nadia dengan
suara yang keras sambil mengeluarkan air mata , lantas saat itu salah satu
warga ada yang menjawabnya.
“ibumu , lagi di bawa ke rumah sakit ,
dia terkena serangan jantung , kamu yang tenang ya nduk , ibumu pasti baik –
baik saja” ucap salah satu warga yang mencoba menghibur nadia . lalu saat itu
pak kiai mursyid memberikan segelas air putih , setelah itu air yang di berikan
kiai mursyid langsung di minum oleh nadia.
Akhirnya bisa sadar juga seorang wanita
cantik yang di tinggal pergi ibunya karena mengidap penyakit jantung. Saat itu
ibu aminah berada di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang bersama suaminya ,
datanglah nadia berkunjung ke rumah sakit untuk menemui ibunya , terlihat
mereka saling berpelukan dan berlinang air mata. Sungguh ini menjadi pertemuan
yang sangat mengaharukan, ketika itu air mata mereka tak bisa di bendung ,
hingga malam itu datanglah pak joni yang merupakan sahabat dekat bapak kades ,
bersama anak laki – lakinya si Rio , datang berkunjung ke rumah sakit.
“Gimana kondisi nyonya pak.?”ucap pak
joni
“Alhamdulillah , sekarang sudah agak
baikan” ucap pak harun yang sedang menyuapi makan istrinya.
“Syukurlah kalau gitu , ini ada sedikit
buah – buahan untuk ibu”,
“waduh pak joni , gak usah repot bawa –
bawa yang beginian pak , itu disana masih banyak , paling yang makan anak –
anak nanti”.
“iya gak apa – apa , barang kali nanti
nyonya mau makan buah”.
“ya sudah kalau gitu , terimakasih banyak
pak joni”.
Saat itu nadia pulang sehabis sholat
magrib di rumah sakit , tiba – tiba di tengah jalan nadia bertemu dengan si Rio
, nadia saat itu mencoba menghindar, akan tetapi si Rio mencoba mengejarnya dan
menghampirinya.
“Hai, Nadia , ini aku Rio.
“iya udah tahu.!” ucap nadia dengan raut
wajah agak cuek
“kamu kok gitu, bukanya malah seneng aku
datang kesini, kok malah cuek gitu”
“emang mau ngapain sih kamu datang kesini”
“tadi di suruh nganter sama bapak kesini”.
“alah , alesan kamu , paling kamu yang
cari kesempatan untuk ikut agar bisa ketemu aku” ucap nadia .
Setelah itu pak joni pulang lalu ketemu
sama nadia dan rio yang sedang jalan bareng menuju ruang periksa. Terlihat pak
joni memakai jas hitam dan memakai kacamata hitam layaknya seorang konglomerat.
“Rio.! , bapak tadi mencari kamu , kemana
saja tadi.?” Ucap pak joni.
“ini pak , tadi emang sengaja pingin
nemenin nadia ngambil obat”ucap Rio
“bohong pak , dia tadi emang gak sengaja
ketemu sama aku” ucap nadia
“ya sudah , kalian berdua jangan
bertengkar, benci itu tandanya suka sama seseorang” ucap pak joni sambil
tersenyum.
“waduh pak joni ini , amit – amit ya
kalau saya suka sama rio” ucap nadia sedikit marah.
“kalau di luar kelihatanya sih gak suka ,
tapi gak tahu dalemnya kayak apa” ucap rio sambil melirik mata nadia .
“Rio, kamu jangan gitu kalau sama
perempuan , ya udah ayo kita pulang , papa mau ada janji sama seseorang” ucap
pak joni.
“ya sudah maaf ya neng , saya pamit dulu”
ucap rio
“Alhamdulillah , akhirnya pergi juga”
ucap nadia dengan nafas lega.
“Assalamualaikum , nadia.?”
“Waalaikumsalam” ucap nadia dengan nada
cuek.
Pak joni dan Rio memang sangat akrab
mereka berdua tidak seperti ayah dan anak , melainkan seperti adik dan kakak ,
setiap ketemu rio pasti keduanya saling bercanda seperti anak keci , saat itu
pak joni dan rio pulang dari rumah sakit menggunakan mobil fortuner miliknya,
di tengah jalan meraka saling bercanda dan sedikit membahas tentang anaknya
bapak kades.
“Rio , kamu memang benar ya , suka sama
si nadia.?” Ucap pak joni penasaran.
“sebenarnya sih suka tapi...” ucap rio.
“tapi , tapi apa.?” Ucap pak joni semakin
penasaran.
“tapi sayang pak , nadia sudah ada yang
ngelamar” ucap rio.
“kalau itu mah gak ada masalahnya atuh ,
sebelum janur kuning melengkung , kalau kamu memang benar – benar suka maka
kejarlah dia sampai titik darah penghabisan” ucap pak joni ,
“bapak kok bisa bilang kayak gitu” ucap
rio.
“soalnya dulu mama kamu itu ya kayak si
nadia , dulu mama kamu itu kembang desa di kampung ini , banyak orang yang
datang ke rumahnya untuk melamarnya.?” Ucap pak joni sambil mengigat masa
lalunya.
“terus bapak dulu di terima.?” Ucap rio
sedikit kepo
“ya , gak juga sih , tapi bapak punya
trik dan cara tersendiri untuk dapetin mama kamu” ucap pak joni.
“ealah papa , ku kira lamaranya langsung
di terima”
“wajah papa dulu gak seganteng yang
sekarang” ucap pak joni sambil menyetir mobil.
“lah terus papa , waktu dapetin mama
kayak apa.?”
“dulu mama kamu sempat aku ancam , kalau
dia gak mau nikah sama ayah , maka tanah yang ada di belakang rumah, saya ambil
alih, mendengar ucapan tersebut mama kamu langsung menerima lamaran ayah ,
soalnya tanah yang mau ayah ambil itu tanah ayahnya mama kamu”. ucap pak joni.
“waduh ayah jahat ternyata , malah inget
kisah cinta siti nurbaya” ucap rio agak kecewa.
“bukan masalah itu Rio , ini masalah
kekuasaan yang di kaitkan dengan kesempatan yang ada, itulah enaknya kalau jadi
orang kaya”.

Comments
Post a Comment