kerudung merah untuk adinda 2



di antara lamaran mereka di tolak mentah – mentah , selain parasanya yang cantik , nadia juga cerdas dalam hal pendidikan dan ilmu agamanya , terkadang sering kali dia menjadi ketua panitia acara – acara peringatan hari besar islam di masjid baiturahim , kadang kalau sempat dia juga mengajar ngaji kepada anak – anak di kampung yang memang belum bisa mengaji . namun kini tinggalah waktu yang akan menjawabnya , akankah hubungan nadia dengan firman bisa bertahan lama , ataukah mungkin ada orang ke tiga yang akan menganggu hubungan mereka , simak terus ceritanya.

Cinta adalah sebuah anugrah yang diberikan Tuhan kepada kita semua, kadang kita tak tahu kapan cinta itu datang, namun terkadang cinta datang secara tiba – tiba. Suatu ketika nadia pergi kepada seorang kiai yang cukup terkenal di desa mlaten, namanya KH. Ali Mursyid , tujuan dia kesana hanyalah ingin silaturahmi dan ingin bertanya sesuatu tentang masalah jodoh kepada pak kiai, jarak rumah pak kiai dengan rumah nadia lumayan agak jauh , saat itu dia pergi kesana dengan jalan kaki melewati tepi sungai yang berada di desaku. tiba – tiba datanglah seorang cowok yang mengendarai sepeda motor harley davidson memakai jaket levis dan berkacamata hitam menghampiri nadia.

“Hai, neng panas – panas gini kok jalan kaki , emang mau kemana.?” ucap cowok maco tersebut. dengan wajah agak sedikit merengut dan cuek nadia menjawab.
“aku mau ke rumahnya pak kiai” ucap nadia
“ouh , aku juga mau ke arah sana , mau ta ikut sama aku , biar gak kepanasan.?” ucap cowok maco tersebut sambil merayu nadia.
“emang kamu siapa sih , sok kenal dengan aku” ucap nadia sedikit jutek.
“masa lupa sama temen sendiri, namaku Rio teman waktu masih SD , dulu kamu kan yang sering aku jailin terus.?” Ucap rio sambil bercanda dan berusaha merayu nadia agar dia mau di ajak naik motor gedenya.
“oalah, Rio anaknya pak joni ta.?” Ucap nadia
“yups, betul sekali , jadi gimana nih, mau ikut gak sama aku.?”
“ya udah deh, tapi pelan – pelan ya naik motornya”
“ok neng , tenang aja”.

Ternyata cowok yang mengendarai motor gede tadi itu namanya si Rio , dia adalah anak dari pengusaha krupuk yang paling kaya di desa mlaten. Ayahnya namanya pak joni , setiap hari pak joni sibuk dengan usahanya memproduksi krupuk udang , dan dialah salah satu konglomerat yang tinggal di desa mlaten, kekayaanya melebihi dari seorang kepala desa, rumahnya yang megah dan mobilnya yang mewah , membuat warga sekitar sangat kagum dengan sosok pak joni ini , namun di sisi lain pak joni juga seorang yang dermawan , sering kali pak joni mengundang anak yatim dan para dhua’fa ke rumahnya dan di berikan beberapa uang dan sembako kepadanya.

Saat itu sampailah nadia di rumah kiai mursyid , disana dia terlihat bahagia ketika dapat tumpangan dari mas rio , setelah itu dia langsung menuju rumah kiai mursyid , namun saat itu kebetulan pak kiai mursyid masih berada di masjid karena menjadi imam sholat dhuhur disana , saat itu nadia menunggu di teras rumah pak kiai , terlihat dia sedang termenung sambil melamun , mungkin saat itu dia lagi kangen sama firman , lalu saat itu dia membuka tas kecil yang di bawanya , dan di dalam tas tersebut berisi kerudung merah pemberian si firman , lalu saat itu dia mencium kerudung merah tersebut untuk melepas rasa kangen dan rindunya. Setelah menunggu beberapa lama di teras rumah pak kiai , akhirnya pak kiai datang menuju rumah , lalu menemui nadia.
“Assalamualikum” ucap kiai mursyid.
“Waalaikumsalam pak kiai” ucap nadia
“Pasti sedang menunggu saya ya tadi.?”
“iya pak kiai”.
“apa perlu apa kamu kesini.?”
“itu pak kiai , nadia mau curhat tentang masalah jodoh”ucap nadia.
“ouh, boleh – boleh , mari masuk ke dalam rumah”ucap pak kiai mursyid
Terlihat istri pak kiai membawakan air teh hangat kepada nadia dan membawakan beberapa makanan ringa.
“waduh, bu nyai , gak usah repot – repot” ucap nadia.
“iya gak apa – apa, hanya sekedar menghormati tamu”. Ucap bu nyai.

Jika seseorang mendapatkan sebuah masalah , maka jalur alternatif yang paling baik adalah datang kepada orang yang lebih tua dan kita bisa meminta nasehat yang baik kepadanya , karena jika masalah tersebut bisa kita curhatkan , mungkin ada solusi yang akan bisa kita terima , saat itu nadia terlihat serius menanyakan beberapa masalah tentang jodoh kepada pak kiai.
“Pak kiai , saya sebenarnya sudah ada calon untuk menikah pak kiai , apakah saya perlu sholat istikharah terlebih dahulu , apakah mungkin saya harus mantap dengan keputusanku sekarang.?” ucap nadia.
“kalau urusan jodoh sebenarnya itu mudah , kalau memang kamu cinta atau suka denganya maka kamu jalani dulu saja, dan sholat istikharah tetap kamu lakukan ,mintalah petunjuk kepada Allah SWT” ucap pak kiai.
“iya pak kiai , terimakasih atas nasehatnya”ucap nadia.
“ngomong – ngomong siapa laki – laki yang kamu maksud itu.?”
“namanya mas firman dia sekarang masih melanjutkan studinya di Kairo Mesir”
“Ouh, Firman anaknya bapak Aan yang punya usaha percetakan itu ta.?” Ucap pak kiai sambil tersenyum.
“iya pak kiai” ucap nadia sambil menanggukan kepalanya.
“Dia seorang pemuda yang luar biasa , sungguh beruntungnya kamu jika dia bisa menjadi pasangan hidupmu” ucap pak kiai.
“iya pak kiai , terimakasih , do’akan saja semoga kami berdua berjodoh”
“Aamiin, tapi tetap serahkan semuanya yang terbaik kepada Allah SWT” ucap kiai mursyid.

Setelah pulang dari rumahnya pak kiai , nadia pulang jalan kaki ke rumahnya, setelah sampai di rumah , tiba – tiba banyak sekali orang yang berada di rumahnya pak kades , perasaan nadia semakin cemas dan bertanya – tanya ,
“tumben, rumah bapak kok rame sekali ada apa ya.?” Ungkap nadia dalam hati.
Saat itu dia langsung mendekat menuju rumah, ternyata saat itu ibu Hajjah Aminah sedang opname karena mengidap penyakit jantung. Melihat kejadian tersebut nadia langsung pingsan tak sadarkan diri , sementara itu ibunya langsung di bawa ke rumah sakit menggunakan mobilnya pak Aan , saat itu nadia langsung di bawa ke kamar oleh warga sekitar, sampai malam tiba dia belum sadarkan diri , hingga saat itu datanglah kiai mursyid ke rumahnya , tiba – tiba saat kiai mursyid datang  , nadia langsung bisa sadar seketika , mungkin saat itu kiai mursyid memberikan do’a kepadanya agar bisa cepat sadar.
“ibu , mana ibu.! teriak nadia dengan suara yang keras sambil mengeluarkan air mata , lantas saat itu salah satu warga ada yang menjawabnya.
“ibumu , lagi di bawa ke rumah sakit , dia terkena serangan jantung , kamu yang tenang ya nduk , ibumu pasti baik – baik saja” ucap salah satu warga yang mencoba menghibur nadia . lalu saat itu pak kiai mursyid memberikan segelas air putih , setelah itu air yang di berikan kiai mursyid langsung di minum oleh nadia.

Akhirnya bisa sadar juga seorang wanita cantik yang di tinggal pergi ibunya karena mengidap penyakit jantung. Saat itu ibu aminah berada di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang bersama suaminya , datanglah nadia berkunjung ke rumah sakit untuk menemui ibunya , terlihat mereka saling berpelukan dan berlinang air mata. Sungguh ini menjadi pertemuan yang sangat mengaharukan, ketika itu air mata mereka tak bisa di bendung , hingga malam itu datanglah pak joni yang merupakan sahabat dekat bapak kades , bersama anak laki – lakinya si Rio , datang berkunjung ke rumah sakit.
“Gimana kondisi nyonya pak.?”ucap pak joni
“Alhamdulillah , sekarang sudah agak baikan” ucap pak harun yang sedang menyuapi makan istrinya.
“Syukurlah kalau gitu , ini ada sedikit buah – buahan untuk ibu”,
“waduh pak joni , gak usah repot bawa – bawa yang beginian pak , itu disana masih banyak , paling yang makan anak – anak nanti”.
“iya gak apa – apa , barang kali nanti nyonya mau makan buah”.
“ya sudah kalau gitu , terimakasih banyak pak joni”.

Saat itu nadia pulang sehabis sholat magrib di rumah sakit , tiba – tiba di tengah jalan nadia bertemu dengan si Rio , nadia saat itu mencoba menghindar, akan tetapi si Rio mencoba mengejarnya dan menghampirinya.
“Hai, Nadia , ini aku Rio.
“iya udah tahu.!” ucap nadia dengan raut wajah agak cuek
“kamu kok gitu, bukanya malah seneng aku datang kesini, kok malah cuek gitu”
“emang mau ngapain sih kamu datang kesini”
“tadi di suruh nganter sama bapak kesini”.
“alah , alesan kamu , paling kamu yang cari kesempatan untuk ikut agar bisa ketemu aku” ucap nadia .

Setelah itu pak joni pulang lalu ketemu sama nadia dan rio yang sedang jalan bareng menuju ruang periksa. Terlihat pak joni memakai jas hitam dan memakai kacamata hitam layaknya seorang konglomerat.
“Rio.! , bapak tadi mencari kamu , kemana saja tadi.?” Ucap pak joni.
“ini pak , tadi emang sengaja pingin nemenin nadia ngambil obat”ucap Rio
“bohong pak , dia tadi emang gak sengaja ketemu sama aku” ucap nadia
“ya sudah , kalian berdua jangan bertengkar, benci itu tandanya suka sama seseorang” ucap pak joni sambil tersenyum.
“waduh pak joni ini , amit – amit ya kalau saya suka sama rio” ucap nadia sedikit marah.
“kalau di luar kelihatanya sih gak suka , tapi gak tahu dalemnya kayak apa” ucap rio sambil melirik mata nadia .
“Rio, kamu jangan gitu kalau sama perempuan , ya udah ayo kita pulang , papa mau ada janji sama seseorang” ucap pak joni.
“ya sudah maaf ya neng , saya pamit dulu” ucap rio
“Alhamdulillah , akhirnya pergi juga” ucap nadia dengan nafas lega.
“Assalamualaikum , nadia.?”
“Waalaikumsalam” ucap nadia dengan nada cuek.

Pak joni dan Rio memang sangat akrab mereka berdua tidak seperti ayah dan anak , melainkan seperti adik dan kakak , setiap ketemu rio pasti keduanya saling bercanda seperti anak keci , saat itu pak joni dan rio pulang dari rumah sakit menggunakan mobil fortuner miliknya, di tengah jalan meraka saling bercanda dan sedikit membahas tentang anaknya bapak kades.
“Rio , kamu memang benar ya , suka sama si nadia.?” Ucap pak joni penasaran.
“sebenarnya sih suka tapi...” ucap rio.
“tapi , tapi apa.?” Ucap pak joni semakin penasaran.
“tapi sayang pak , nadia sudah ada yang ngelamar” ucap rio.
“kalau itu mah gak ada masalahnya atuh , sebelum janur kuning melengkung , kalau kamu memang benar – benar suka maka kejarlah dia sampai titik darah penghabisan” ucap pak joni ,
“bapak kok bisa bilang kayak gitu” ucap rio.
“soalnya dulu mama kamu itu ya kayak si nadia , dulu mama kamu itu kembang desa di kampung ini , banyak orang yang datang ke rumahnya untuk melamarnya.?” Ucap pak joni sambil mengigat masa lalunya.
“terus bapak dulu di terima.?” Ucap rio sedikit kepo
“ya , gak juga sih , tapi bapak punya trik dan cara tersendiri untuk dapetin mama kamu” ucap pak joni.
“ealah papa , ku kira lamaranya langsung di terima”
“wajah papa dulu gak seganteng yang sekarang” ucap pak joni sambil menyetir mobil.
“lah terus papa , waktu dapetin mama kayak apa.?”
“dulu mama kamu sempat aku ancam , kalau dia gak mau nikah sama ayah , maka tanah yang ada di belakang rumah, saya ambil alih, mendengar ucapan tersebut mama kamu langsung menerima lamaran ayah , soalnya tanah yang mau ayah ambil itu tanah ayahnya mama kamu”. ucap pak joni.
“waduh ayah jahat ternyata , malah inget kisah cinta siti nurbaya” ucap rio agak kecewa.
“bukan masalah itu Rio , ini masalah kekuasaan yang di kaitkan dengan kesempatan yang ada, itulah enaknya kalau jadi orang kaya”.

Waktu berjalan begitu cepat , tak terasa kurang satu tahun lagi si firman akan segera lulus , dan kebetulan nadia sudah mulai menggarap skripsi di kampusnya , berharap tahun depan mereka berdua bisa langsugn menuju ke pelaminan ,

Comments