Hati firman sangat kecewa ketika bapak kades menceritakan semua apa yang terjadi dengan nadia ketika firman masih berada di mesir , suasana hati yang senang dan bahagia berubah menjadi kelam gulita dan gelap gulana , hujan mengguyur sangat deras di luar rumah , sementara itu firman masih tak percaya dengan semua cerita dari bapak kades , saat itu emosi firman hampir meluap , namun firman harus bisa megalahkan hawa nafsunya sendiri , jangan sampai dia terprovokasi dengan kejadian ini. namun semua rasa kecewa itu berakhir sangat cepat , tiba - tiba datanglah nadia dari sudut pintu kamarnya , wajahnya yang cantik dan manis , memakai kerudung merah berhiaskan mahkota permata di dalam lubuk hatinya, datanglah nadia membawa kue ulang tahun sambil tersenyum manis , di susul dari belakang bersama sang ibu dan beberapa teman firman yang berada di desa saat itu.
"SelamatUlang tahun,Kami ucapkan.
SelamatPanjang umur!Kita 'kan doakan.
SelamatSejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umurdan bahagia!"
Mereka semua menyayikan lagu selamat ulang tahun yang ke 25 untuk si firman , tangis bahagia terlihat dari wajah firman malam ini , ternyata omongan pak kades tadi itu hanya sandiwara belaka , dan sengaja pak kades mengetes emosi si firman , ternyata benar kalau firman itu orangnya sabar dan tak mudah marah , saat itu datanglah nadia memberikan kue ulang tahun kepada si firman.
"Selamat ulang tahun calon suami idamanku" ucap nadia dengan nada yang indah.
"Terimakasih sayangku , engkau telah memberikan kejutan yang indah kepadaku " jawab firman.
Jantung firman tiba - tiba berdetak kencang , seakan tak percaya dengan semua ini , rasanya seperti mimpi namun ini bukan mimpi , ini adalah kehidupan yang nyata.
Akhirnya saat - saat yang menegangkan berubah menjadi suasana yang berbahagia , kini saatnya firman beserta sanak keluarga akan segera memutuskan rencana hari pernikaha mereka berdua , saat itu ayah firman masih menyelesaikan proyek kantornya di kota surabaya , untuk malam ini firman hanya di temani bunda fatimah.
"Ananda firman , bapak minta maaf karena sudah membuat ananda firman terkejut dengan perkataan saya tadi , memang sengaja bapak mengatakanya untuk mengetes seberapa sabarnya dirimu saat ini , dan ternyata kamu sabar dan tidak marah untuk menghadapinya" ucap pak kades.
"Iya pak , saya sadar kalau jodoh itu Allah yang ngatur, asalkan kita mau berusaha dan berikhtiar , InsyaAllah bisa". ucap firman
"Nah , kalau gitu kapan rencananya kalian berdua menentukan hari untuk menikah.?"
"kalau firman sih terserah bapak saja yang mengatur hari pernikahanya , semua hari itu baik dan lebih cepat lebih baik " ucap firman sambil tersenyum manis kepada nadia.
"Gimana kalau kita adakan acara akad pernikahanya di masjid baiturrahim mlaten sekaligus mengundang anak yatim , kebetulan besok itu bersamaan dengan peringatan tahun baru islam"
"Wah ide yang bagus itu pak.
Akhir sebuah penantian penuh dengan kebahagiaan , akan berlanjut pada episode selanjutnya
Bersambung.
"SelamatUlang tahun,Kami ucapkan.
SelamatPanjang umur!Kita 'kan doakan.
SelamatSejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umurdan bahagia!"
Mereka semua menyayikan lagu selamat ulang tahun yang ke 25 untuk si firman , tangis bahagia terlihat dari wajah firman malam ini , ternyata omongan pak kades tadi itu hanya sandiwara belaka , dan sengaja pak kades mengetes emosi si firman , ternyata benar kalau firman itu orangnya sabar dan tak mudah marah , saat itu datanglah nadia memberikan kue ulang tahun kepada si firman.
"Selamat ulang tahun calon suami idamanku" ucap nadia dengan nada yang indah.
"Terimakasih sayangku , engkau telah memberikan kejutan yang indah kepadaku " jawab firman.
Jantung firman tiba - tiba berdetak kencang , seakan tak percaya dengan semua ini , rasanya seperti mimpi namun ini bukan mimpi , ini adalah kehidupan yang nyata.
Akhirnya saat - saat yang menegangkan berubah menjadi suasana yang berbahagia , kini saatnya firman beserta sanak keluarga akan segera memutuskan rencana hari pernikaha mereka berdua , saat itu ayah firman masih menyelesaikan proyek kantornya di kota surabaya , untuk malam ini firman hanya di temani bunda fatimah.
"Ananda firman , bapak minta maaf karena sudah membuat ananda firman terkejut dengan perkataan saya tadi , memang sengaja bapak mengatakanya untuk mengetes seberapa sabarnya dirimu saat ini , dan ternyata kamu sabar dan tidak marah untuk menghadapinya" ucap pak kades.
"Iya pak , saya sadar kalau jodoh itu Allah yang ngatur, asalkan kita mau berusaha dan berikhtiar , InsyaAllah bisa". ucap firman
"Nah , kalau gitu kapan rencananya kalian berdua menentukan hari untuk menikah.?"
"kalau firman sih terserah bapak saja yang mengatur hari pernikahanya , semua hari itu baik dan lebih cepat lebih baik " ucap firman sambil tersenyum manis kepada nadia.
"Gimana kalau kita adakan acara akad pernikahanya di masjid baiturrahim mlaten sekaligus mengundang anak yatim , kebetulan besok itu bersamaan dengan peringatan tahun baru islam"
"Wah ide yang bagus itu pak.
Akhir sebuah penantian penuh dengan kebahagiaan , akan berlanjut pada episode selanjutnya
Bersambung.

Comments
Post a Comment