Akhir sebuah penantian #bagian 5

       Senyum wajahnya yang manis membuatku rindu kepadanya , bunga melati harum mewangi indah di tepi jalan , ku petik lalu ku bawa pulang hingga malam tiba firman dan ibunya pergi kerumahnya nadia , sampai saat ini bunga melati tersebut masih harum mewangi , rencananya bunga tersebut akan dia berikan kepada nadia , terlihat seorang gadis memakai kerudung warna merah , sepertinya kerudung merah tersebut merupakan kerudung pemberian firman empat tahun silam.

         Akhirnya malam ini firman sampai juga di rumah calon istrinya , terlihat banyak padi yang bertumpukan di dalam dan di luar rumah , ini pertanda di desa mlaten lagi ada musim panen besar - besaran , langkah kaki firman berjalan dengan rasa percaya diri menuju ke dalam rumah sang mertua.
"Assalamualaikum wr. wb " ucap firman
"Waalaikumsalam wr. wb , silahkan masuk ke dalam rumah" ucap bu aminah
Terlihat di sudut pintu depan rumah , pak kades sibuk ngobrol dengan pak joni , tampaknya pak joni masih belum terima atas kejadian yang menimpa dirinya satu tahun yang lalu. saat firman datang pak joni langsung keluar dari dalam rumah , tanpa melihat atau menyapa sedikitpun kepada firman.
"Alhamdulillah , ananda firman sudah pulang dengan selamat" ucap pak kades
"Gimana kabarnya bapak sekarang.?"
"Sehat nak firman , tapi masih pusing mikirin hasil panen padi tahun ini"
"pusing kenapa pak.?"
"banyak warga sekitar yang mengeluh karena datangnya hama wereng , yang mengakibatkan produksi padi tahun ini menurun". ucap pak joni.
"Itu semua takdir dari Allah SWT , Gimana kalau bulan depan kita adakan acara do'a bersama pasca panen ini pak.?"
"wah , ide yang bagus itu , mungkin selama ini banyak warga kita yang sudah melupakan tuhanya , boleh jadi dengan acara do'a bersama tahun ini , hasil panen padi bisa meningkat tajam".
"Aamiin, oh iya pak , ngomong - ngomong nadia kemana.?"
"dia sekarang pergi dengan pacarnya"
"apa.! pacar.? , sejak kapan dia pacaran pak" ucap firman dengan wajah agak kecewa
"Sejak ananda kuliah ke mesir , kebetulan pak joni sering sekali datang kesini untuk melamarkan anaknya kepada nadia "
"Aku gak percaya pak kades , pasti nadia gak akan ingkar janji , aku percaya nadia hanya di bohongin dengan tipu muslihatnya pak joni " ucap firman yang mulai agak emosi.
"ananda firman , sekali lagi bapak minta maaf".

Bersambung.,

Comments