Akhir sebuah penantian #bagian 4

     Lautan samudera yang luas bukti tanda kekuasaan tuhan yang maha kuasa , rumput hijau tumbuh di atas alang - alang bermandikan air madu yang menetes bagaikan kucuran air hujan , malam yang dingin menyambut mesra bersama harapan , tumpuan , impian dan cita - cita , ku rasakan nada - nada cinta , denyut nadi bergetar menanti sebuah kerinduan dan akhir sebuah penantian , wajah manismu yang selalu ku ingat , terbawa aku dalam lamunan cinta , tak bisa aku obati sebelum aku bertemu denganmu , bagaikan lebah merindukan madunya di kala sedang haus dengan rasa rindu yang sangat mendalam , kisah ini berlalu dengan indah , kini terulang kembali setelah pulang merantau mencari ilmu dari negeri orang , berharap sifatmu masih ada seperti dulu lagi , disaat burung - burung bernyayi bersahut - sahutan menanti sebuah alam penantian , mahligai cinta ini akan ku persembahkan hanya untukmu , jadikan aku yang pertama dan terakhir buat kamu seorang tak ada yang lain kecuali kamu , hai adinda.

          Sekitar pukul dua belas tengah malam, sampailah firman di kota semarang , perjalanan dia lanjutkan kembali dengan menggunakan jasa ojek untuk menuju sebuah desa yang terletak di kabupaten demak , suasana malam itu sangat sepi , angin malam menghembus kencang hingga membuat tubuh firman agak kedinginan , tak lama kemudian hujan mengguyur deras saat perjalanan menuju ke sebuah desa yang berada di pelosok kota.
"nak , hujan semakin deras , gimana kalau kita mencari tempat berteduh.?"
"Gak usah pak , kita sudah terlanjur basah" ucap firman kepada tukang ojek
"ya udah kisanak , mari kita lanjutkan perjalanan kita lagi "
Akhirnya setelah beberapa menit kemudian, sampailah firman di rumah orang tua tercintanya , rumah sederhana yang pernah menjadi tempat tinggalnya , kini berubah menjadi rumah bertingkat dan besar , sangat berbeda saat firman masih duduk di bangku sekolah dasar. terlihat lampu depan rumah mati , tak ada seorang pun yang lewat di jalan ini , maklumlah karena ini tengah malam , saat itu firman langsung mengetuk pintu rumah.
"tok , tok , tok , Assalamualikum wr. wb" ucap firman
"Waalaikumsalam wr.wb " ucap bunda fatimah
"Ibu.?" ucap firman , saat itu firman langsung memeluk tubuh ibundanya yang semakin lama semakin tua usianya , rasa bahagia firman menyelimuti hatinya ketika bisa berjumpa dengan ibunya lagi.

         Akhirnya bisa pulang ke rumah juga dan bisa bertemu dengan ke dua orang tuanya , rencananya besok firman mau berkunjung ke rumah nadia untuk mendiskusikan rencana hari pernikahanya , memang sebelum firman berangkat kuliah ke mesir , kurang lebih empat tahun yang lalu , firman sudah terlebih dahulu meminang nadia untuk di jadikan calon istrinya, kisah ini akan berlanjut pada sesi selanjutnya.

Bersambung..,


Comments