Langit yang cerah bergetar meneteskan air mata yang tak kunjung padam seiring berjalanya waktu sang bintang rindu dengan sosok seorang kekasih yang menjadi pujaan hatinya , hari - hari yang indah menemaninya dengan penuh keceriaan , sayup pilu terbayang rindu bulan purnama merunduk karena malu , bunga seroja di singgahi kupu - kupu bersayap pelangi , rasa ini akan selalu rindu di kala bulan sedang merindu , inikah akhir sebuah penantian , ketika lentera bersinar mencerahkan langit dunia , samudera yang luas dan indah menyusuri bahtera kehidupan yang abadi , saat - saat yang paling di tunggu kini sudah tiba di depan mata , perjuangan mencari ilmu di negeri orang bukanlah suatu hal yang mudah , jika kita tak sabar maka hasilnya kita akan putus asa , jika kita tidak optimis maka rasa pesimis yang akan datang , ketika sinar rembulan merunduk malu untuk menyalakan sinarnya , bunga melati menangis di pinggiran jalan , meratapi nasib kehidupan yang penuh cobaan dan rintangan , namun dengan mengucap rasa syukur dan bahagia , semua rintangan tersebut dapat di lewati dengan hadirnya mahkota ilmu yang ada di dalam lubuk jiwa dan hati yang paling dalam.
Suasana gedung al azhar convention center sudah mulai ramai di penuhi mahasiswa yang akan di wisuda pada hari ini , wajah ceria mereka terbayang dalam ingatan , si firman yang gagah dan tampan duduk di urutan paling depan bersama teman - teman yang memiliki prestasi cukup baik di bidang akademik , satu per satu mahasiswa di panggil ke depan untuk menerima ijazah dari sang profesor , terlihat mata si firman mulai mengeluarkan tetes air matanya , teringat dengan ke dua orang tuanya yang tidak bisa hadir dalam acara wisudanya pada hari ini , namun si firman masih bisa tersenyum karena memiliki teman sejati yang selalu menemaninya setiap hari , dialah si farhan , orang asli palembang ini memang suka bercanda ria dengan firman , dialah yang selalu menemani firman di kala duka maupun bahagia.
Rencana ke depan setelah acara wisuda ini , firman akan pulang ke tanah air untuk melaksanakan akad nikah dengan nadia calon istrinya. sementara itu si farhan masih ingin melanjutkan studi masternya di Universitas king abdul aziz . rasa bahagia bercampur dengan linangan air mata kebahagiaan mengigat perjalanan panjang yang sudah berakhir , hari ini firman mulai bersiap - siap untuk pulang ke tanah air , sementara itu si farhan masih tetap berada di asrama , dan saat - saat yang menyedihkan itu tiba ketika mereka berdua saling berpamitan untuk mengejar mimpi mereka masing - masing.
"Firman , titip salam kepada orang tuamu di rumah ya.?" ucap farhan
"Iya farhan , sedih dan berat rasanya meninggalkan kamu sendirian disini" ucap firman dengan wajah sedih sambil memeluk tubuh farhan sebagai sahabat sejatinya.
"Sudahlah , jangan membuatku ikut - ikutan menangis , jadi laki - laki gak boleh cengeng kamu harus kuat , aku yakin kamu akan menjadi orang sukses , semoga saat kamu menikah , keluargamu diberikan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah" ucap farhan.
"Terimakasih banyak farhan , ya udah kalau gitu , aku pamit pulang dulu , jaga dirimu baik - baik ya disini.?" ucap firman sambil mengusap air matanya.
Mungkin itulah kata - kata terakhir perjumpaan firman dengan farhan , dan akhirnya mereka berdua di pisahkan dengan berjalanya waktu yang semakin cepat, rasa sedih bercampur bahagia menyelimuti hati namun biarlah luka ini terbuang jauh bersama angin malam yang dingin , masa depan masih cerah , jalani kehidupan ini dengan penuh kebijaksanaan , mungkin perpisahan ini menjadi pelajaran untuk kita dan untuk kalian yang sedang membaca kisah ini , setiap orang pasti mempunyai sahabat setia dalam kehidupanya , akan tetapi persahabatan itu akan sirna ketika salah satu di antara kita harus menjalani kehidupanya masing - masing. ketika kita melihat sahabat kita sukses , pasti kita akan bahagia melihatnya , begitu pula sebaliknya , ketika sahabat kita sedang kesusahan pasti kita akan merasa susah dengan kejadian itu . maka beruntunglah bagi kalian yang mempunyai teman setia , karena sahabat adalah segala - galanya buat kita semua.
Suasana gedung al azhar convention center sudah mulai ramai di penuhi mahasiswa yang akan di wisuda pada hari ini , wajah ceria mereka terbayang dalam ingatan , si firman yang gagah dan tampan duduk di urutan paling depan bersama teman - teman yang memiliki prestasi cukup baik di bidang akademik , satu per satu mahasiswa di panggil ke depan untuk menerima ijazah dari sang profesor , terlihat mata si firman mulai mengeluarkan tetes air matanya , teringat dengan ke dua orang tuanya yang tidak bisa hadir dalam acara wisudanya pada hari ini , namun si firman masih bisa tersenyum karena memiliki teman sejati yang selalu menemaninya setiap hari , dialah si farhan , orang asli palembang ini memang suka bercanda ria dengan firman , dialah yang selalu menemani firman di kala duka maupun bahagia.
Rencana ke depan setelah acara wisuda ini , firman akan pulang ke tanah air untuk melaksanakan akad nikah dengan nadia calon istrinya. sementara itu si farhan masih ingin melanjutkan studi masternya di Universitas king abdul aziz . rasa bahagia bercampur dengan linangan air mata kebahagiaan mengigat perjalanan panjang yang sudah berakhir , hari ini firman mulai bersiap - siap untuk pulang ke tanah air , sementara itu si farhan masih tetap berada di asrama , dan saat - saat yang menyedihkan itu tiba ketika mereka berdua saling berpamitan untuk mengejar mimpi mereka masing - masing.
"Firman , titip salam kepada orang tuamu di rumah ya.?" ucap farhan
"Iya farhan , sedih dan berat rasanya meninggalkan kamu sendirian disini" ucap firman dengan wajah sedih sambil memeluk tubuh farhan sebagai sahabat sejatinya.
"Sudahlah , jangan membuatku ikut - ikutan menangis , jadi laki - laki gak boleh cengeng kamu harus kuat , aku yakin kamu akan menjadi orang sukses , semoga saat kamu menikah , keluargamu diberikan keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah" ucap farhan.
"Terimakasih banyak farhan , ya udah kalau gitu , aku pamit pulang dulu , jaga dirimu baik - baik ya disini.?" ucap firman sambil mengusap air matanya.
Mungkin itulah kata - kata terakhir perjumpaan firman dengan farhan , dan akhirnya mereka berdua di pisahkan dengan berjalanya waktu yang semakin cepat, rasa sedih bercampur bahagia menyelimuti hati namun biarlah luka ini terbuang jauh bersama angin malam yang dingin , masa depan masih cerah , jalani kehidupan ini dengan penuh kebijaksanaan , mungkin perpisahan ini menjadi pelajaran untuk kita dan untuk kalian yang sedang membaca kisah ini , setiap orang pasti mempunyai sahabat setia dalam kehidupanya , akan tetapi persahabatan itu akan sirna ketika salah satu di antara kita harus menjalani kehidupanya masing - masing. ketika kita melihat sahabat kita sukses , pasti kita akan bahagia melihatnya , begitu pula sebaliknya , ketika sahabat kita sedang kesusahan pasti kita akan merasa susah dengan kejadian itu . maka beruntunglah bagi kalian yang mempunyai teman setia , karena sahabat adalah segala - galanya buat kita semua.

Comments
Post a Comment