Rintihan
tangis lembayung senja
air
mata turun bagiakan hujan
gelora
jiwa bergetar di dalam dada
menyaksikan
burung camar terbang di angkasa
kemanakah
kau pergi wahai pujangga
syair
cintamu tak pernah ku lupakan
kini
tinggal nestapa dalam jiwa
semilir
angin bertiup hembuskan luka
cincin
emas berkilau bagaikan kirana
saksi
bisu kisah cinta siti nurbaya
yang
kini telah hilang dimakan zaman
tak tahu kemana lentera yang baru akan datang
oh
wahai pujangga cinta
kau
seolah bagaikan bidadari surga
elok
dan anggun seperti mutiara
disana
hinggap kupu – kupu di wajahnya
oh
wahai pujangga cinta
ini
bukan saatnya kau tertidur lama
bangunlah
dikau membawa cinta
tebarkan
senyum kedamaian dunia
oh
wahai pujangga cinta
janganlah
kau menangis lagi
budak
hitam yang tertindas
akan
tersenyum kembali jika engkau kembali
oh
wahai pujangga cinta
semua
orang menantimu kesini
maka
turunlah sang kekasih hati
terangi
dunia ini agar cerah kembali
oh
wahai pujangga cinta
apakah
dikau marah dengan semua ini
ketika
manusia sibuk dengan urusanya sendiri
hingga
bumi menangis mengharap dikau kembali

Comments
Post a Comment