Percayalah
bahwa bumi itu kotak
Tak
bisa di pungkiri lagi keberadaanya
Di
isi oleh tangan – tangan serakah
Yang
berbuat nista tanpa belas kasihan
Bayi
kecil menangis di pangkuan api
Berharap
sang ibu datang membawa nasi
Sang
lentera sudah lama pergi
Mencari
kebenaran hidup yang sejati
Inilah
kerikil api
Di
saat semua orang susah
Engkau
hura – huta tanpa batas
Kantong
Emas berisi makanan
Tak
sadar kalau ada semut jalanan
Sungguh
laknat perbuatanmu
Tak
seorangpun suka kepada tikus bejat
Yang
hanya bisa memakan uang rakyat
Kini
semut jalanan hidup serba melarat.

Comments
Post a Comment